Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Sri Mulyani Indrawati, Ph.D., terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) periode 2019-2023

Keadilan dan perdamaian dalam Ekonomi

Updated: Kamis 10 Desember 2015 - 12:25 Kategori: Ekonomi Syariah Posted by: Fauzan Suhada

Pada era globalisasi ekonomi saat ini, dimana informasi dapat diakses dengan cepat, tentunya membutuhkan suatu perhatian yang ekstra dari pelaku ekonomi syariah. Hal ini tentunya mempertimbangkan tingginya tingkat kezhaliman yang mungkin terjadi. Tuntutan keadilan dari berbagai pelaku ekonomi haruslah diperhatikan. Ingatlah, Islam adalah agama yang menjunjung keadilan dan senantiasa menganjurkan penganut agama Islam menyelesaikan sengketa secara damai. Begitu banyak hadits-hadits yang mengingatkan para pelaku ekonomi untuk berbuat adil, salah satunya adalah Hadits riwayat Bukhari no.2177 dalam kitab Al Buyu dan riwayat Muslim no.75-76 dalam kitab Al Musaqah dari Abu Said AlKhudry RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Janganlah kalian menjual emas dengan emas kecuali sama beratnya dan tidak dilebihkan satu sama lainnya dan janganlah kalian menjual perak dengan perak kecuali sama beratnya dan tidak dilebihkan satu sama lain. Janganlah kalian menjual barang yang tak ada dengan barang yang ada." Dalam hadits ini ada 2 syarat utama terwujudnya suatu keadilan dalam jual beli:

  1. Kedua barang yang diperjualbelikan harus sama beratnya, jika sejenis.
  2. Kedua barang yang diperjualbelikan tidak boleh dilebihkan satu sama lain, jika sejenis.

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 telah menimbulkan kehancuran berupa tragedi kemanusiaan seperti maraknya kasus bayi gizi buruk dan kehancuran sektor pangan dan energi akibat privatisasi oleh pihak asing. Sebagai gambaran awal, krisis ekonomi Indonesia disebabkan oleh ulah spekulan valas yang memborong rupiah di luar negeri dan ditukar dengan Dollar AS dari cadangan devisa kita. Yang terjadi kemudian, rupiah oversupply di pasaran dalam negeri sementara Dollar AS terkuras habis. Ada beberapa teori ekonomi yang berkembang pada tahun 1998, setahu saya, dari Dr.Hartojo Wignjowiyoto bahwa krisis ekonomi bisa diatasi jika salah satu pulau Indonesia digadaikan kepada pihak luar. Saya pikir, ini pandangan yang luar biasa salah karena dengan cadangan gas oksigen hutan tropis Indonesia, jika dikelola dengan manajemen pemasaran yang baik bisa mengatasi krisis ekonomi. Ini terbukti, dari pernyataan PM Norwegia bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia tidak boleh mengganggu lingkungan. Dunia telah berhutang pada cadangan oksigen hutan tropis Indonesia. Saya harapkan bantuan dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia untuk mengadakan dialog dengan para kapitalis luar negeri agar mereka bersedia mengembalikan kekayaan Indonesia yang telah dicuri secara zhalim pada masyarakat Indonesia. Kita harus sepakat tentang hal ini.



comments powered by Disqus