Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
SAKSIKAN "ECONOMIC CHALLENGES SPECIAL RAMADHAN" Setiap Hari Kamis Pukul 20.00 WIB di Metro TV

Sistem Distribusi kekayaan Islam Solusi Berantas Kemiskinan di Indonesia

Updated: Senin 18 November 2013 - 10:07 Kategori: Ekonomi Syariah Posted by: Teguh Murtazam

“Sistem Distribusi kekayaan Islam Solusi Berantas Kemiskinan di Indonesia”

oleh Teguh Murtazam

teguh28@ovi.com

1. Pendahuluan

            Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai macam kekayaan alam, mulai dari hasil bumi yang seakan tiada habisnya, tanah yang subur, laut yang luas, sumber air melimpah, porsi panas bumi optimal, keindahan alam yang eksotis dan berbagai macam kekayaan-kekayaan alam lain yang membuat Indonesia ibarat gudang harta yang takkan pernah habis. Pertambangan misalnya menurut data yang dirilis walhi tahun 2004 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 60 ladang minyak , 38 diantaranya telah dieksplorasi, dengan cadangan sekitar 77 juta miliar barel minyak dan 332 triliun kubik gas. Kapasitas produksi sampai dengan tahun 2000 baru sekitar 0,48 miliar barrel minyak dan 2,26 triliun gas. hal ini memberikan gambaran pada bahwa betapa kayanya negeri ini.

            Jika kita menggunakan asumsi cateris paribus[1] dengan hanya melihat satu jenis barang tambang saja misalnya katakanlah minyak. Maka jika kita asumsikan harga minyak flat dengan harga 100 dolar per-barel maka jika kita hitung. 100 dolar kita kalikan dengan jumlah cadangan minyak yang tersedia yaitu 77 miliar (77.000.000.000.) maka dapat kita bayangkan dana yang didapatkan dari sektor ini saja dapat mencapai $5.929.000.000.000 (lima triliun sembilan ratus dua puluh sembilan milyar dolar Amerika), atau setara dengan RP 59.290.000.000.000.000 (lima puluh sembilan ribu triliun dua ratus sembilan puluh milyar rupiah) dengan kurs rata-rata 10 ribu rupiah atau jika dikurskan ke emas maka akan setara dengan 395.266.666,7 mayam emas (tiga ratus sembilan puluh lima juta dua ratus enam puluh enam ribu enam ratus enam puluh enam koma tujuh mayam). Maka bayangkan jika hal ini digabungkan dengan kekayaan-kekayaan indonesia lainnya. Maka indonesia dapat dikatakan negara yang terkaya didunia.

            Namun miris melihat fakta yang terjadi dilapangan masih banyak sekali masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, seakan ketika melihat potensi potensi kekayaan Indonesia dan fenomena kemiskinan ini, maka seakan-akan yang kita paparkan diatas ibarat dunia dongeng yang tidak pernah terwujut sama sekali.

Hal ini tentunya tidak terjadi karna Indonesia tidak punya kekayaan, atau karna  sumber kekayaan yang dimiliki Indonesia sedikit, tapi melainkan karna ada hal lain yang mengakibatkan bencana sosial ini terjadi, salah satu faktor yang paling berpengarauh adalah tidak adilnya sistem distribusi yang diterapkan diIndonesia. Sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Maka oleh sebab itu penulis terrmotivasi untuk membuat tulisan sederhana ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pengertian dan konsep distribusi dalam Islam dan bagaimana kelebihan sistem distribusi Islam jika dibandingkan dengan sistem distribusi yang umum dipakai di Indonesia saat ini sehingga sistem distribusi yang digunakan dalam ekonomi Islam layak secara rasional diaplikasikan di Indonesia sebagai penyelesaian masalah kemiskinan yang tidak berkesudahan.

 

2. Pembahasan

      Pengertian Distribusi

Kata distribusi jika diterjemahkan secara leteral kedalam bahasa arab menjadi kata wazza’a-yuwazzi’u-tauzi’un yang berarti distribusi, dalam Al-Quran ada 3 tempat dalam surat yang sama yang menyebutkan kata-kata ini, 2 tempat dalam bentuk kata yang sama yaitu yuza’u (surat Al-Namlu ayat 17 dan 83) serata satu ayat dalam bentuk amr yaitu auzi’ni

An-namlu ayat 17 dan 83, 19

 

17. dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

83. dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).



comments powered by Disqus