Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
SAKSIKAN "ECONOMIC CHALLENGES SPECIAL RAMADHAN" Setiap Hari Kamis Pukul 20.00 WIB di Metro TV

Tidak Sampaikah Pesan dari ka`ab bin Mujair

Updated: Minggu 1 Februari 2015 - 1:35 Kategori: Ekonomi Syariah Posted by: Muhammad Taufik

Tidak Sampaikah Pesan dari ka`ab bin Mujair

Assalamualaikum Wr Wb

Semoga Allah Swt tetap memberikan barakah pada apa-apa yang ada disekeliling kita, agar kita menjadi hamba yang samikna wa athonna, demi tercapainya untaian cinta pada Sang Pencipta.

Catatan saya, terus dan menerus membawa materi indahnya hasil riba untuk orang-orang yang tidak paham akan nilai-nilai ekonomi islam. Tidakkah cukup Al Qur`an sebagai pembimbing mereka. Tidakkah mereka menyadari Al Qur`an sebagai pedoman. Ataukah mereka jangankan menyadari, membacanya pun ogah. Semoga kita terhindar dari apa-apa perangkap Syaithan. Cukuplah ini dalil yang menguatkan kita :

"Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa (Al Baqarah : 2)".

Jikalau benar muslim menjalankan Al Qur`an sebagai pedoman, tentu ekonomi islam akan berjaya dibanding ekonomi kapitalis melalui sistem konvensionalnya. Namun saat ini, ekonomi syaria di Indonesia yang mayoritas atau sekitar 84% adalah muslim hanya memiliki pangsa 5% dari total ekonomi Indonesia, sisanya 95% adalah kapitalis. Ditambah lagi, meskipun muslim Indonesia adalah muslim terbesar didunia ternyata hanya menempati urutan ke-9 dari urutan ekonomi syariah diantara semua negara islam, dikalahkan oleh Malaysia dan Afghanistan. Tidakkah kita malu kepada Allah, jumlah kita yang banyak namun kalah cepat dengan sedikitnya orang Afghanistan.

Sebagai muslim, tidakkah menyadari bahwa islam adalah ajaran yang syummuyatul (sempurna), kalau sudah syummuyatul berarti mengalahkan apapun itu, semuanya kalah bagai luluh lantaknya pasukan Abraham. Namun, akibat gazhul fikri dan kehausan dunia menyebabkan kita lupa akan akhirat.

Dalil diatas, masih satu yakni Al Qur`an, apakah manusia kembali menegakkan sumber hukum lainnya : Hadist ? Tentu kembali kediri pribadi, namun satu catatan Hadist yang terlintas dimata kita :

“Telah aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang dengan keduanya, tidak akan tersesat : Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya”.

Lagi-lagi, manusia khilaf dan penuh dosa, kita buka lagi lembaran untuk membuka mata kita yang terbangun dari tidur : ternyata selain Rasulullah adalah suri tauladan, terdapat kisah-kisah / sirah sahabat yang harus kita contoh untuk mengadapi hari-hari kita. Sudahkah ? Insya Allah akan dipermudah oleh Allah. Kita ambil contoh, sudahkah kita seperti Amr bin Ash ? Waktu itu, saat Khalifah Abu Bakar menawarkan Syam dan Ghanimah kepada Amr bin Ash jika mampu menaklukan orang-orang murtad namun dijawab oleh Amr bahwa ia masuk islam bukan karena harta dunia, melainkan hanya kepada Allah semua atas apa-apa yang dilakukannya dan ia bagaikan salah satu dari anak panah dari sekian anak panah milik Allah. Dengan niatnya yang begitu ikhlas, semua perintah khalifah berhasil dijalankan.

Lalu, apa hubungannya dengan kisah Ka`ab bin Mujair, sahabat nabi ini ? Tentu saya sangkutkan sirah sahabat ini dengan al-iqtishad (ekonomi). Saya sangat yakin, sudah banyak umat islam tahu bahwa riba dilarang, gharar dilarang, judi dilarang. Namun, sudahkah itu dilaksanakan ? Ataukah hanya sekedar tahu ? Lagi-lagi saya kembalikan ke Al Qur`an pada surat As-Saff ayat 3 :

“(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu lakukan.”

Atas dasar dalil-dalil diatas, jika benar manusia didasari atas rasa cinta kepada Nya, saya yakin setelah dipahami secara mendalam tentu dalam waktu yang secepatnya akan segera mengganti account of convensional to account of syari`a. Jika tidak juga, saya turunkan lagi levelnya ke Hadist berikut :

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan haram.” (HR. Darimi, sanadnya shahih).

Sungguh, itu adalah kata-kata mutiara pada hati-hati manusia yang membacanya dengan kondisi yang menerima. Tidakkah kita ingin seperti Sa`ad bin Mu`adzh yang mayatnya diangkat oleh Malaikat dan menggetarkan langit Arsy`? Itu semua karena ia memiliki 3 (tiga) amalan yang sangat mulia, salah satunya adalah Sa`ad tidak pernah memakan makanan kecuali yang halal dan dari usaha yang halal pula.

Semoga Allah tetap menyayangi hamba-hambaNya termasuk kita (ar rahim).

Wassalamualaikum wr wb.



comments powered by Disqus