Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
[Call For Paper] Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019 | Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta | INFORMASI FREKS 

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI DAN AGROWISATA BERBASIS INTEGRATED FARMING SYSTEM DI KECAMATAN MOWEWE, KABUPATEN KOLAKA TIMUR

Updated: Senin 15 Agustus 2016 - 11:09 Kategori: Umum Posted by: M. Askari Zakariah

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI DAN AGROWISATA BERBASIS INTEGRATED FARMING SYSTEM DI KECAMATAN MOWEWE, KABUPATEN KOLAKA TIMUR

OPTIMALIZATION VILLAGE COMMUNITY IMPOWERMENT BY ECONOMIC DEVELOPMENT AND AGROTOURISM WAS BASED ON INTEGRATED FARMING SYSTEM AT MOWEWE DISTRICT, EAST KOLAKA REGENCY, SOUTHEAST SULAWESI  PROVINCE.

Muhammad Askari Zakariah*

Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam STAI Al MawaddahWarrahmah Kolaka

Diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Al Mawaddah Vol 2(1). 2016. hal. 31-43.

ABSTRACT

  This study aimed to determined type economic and agrotourism development based on integrated farming system.Qualitative method was used pasticipant observation was developed. The result showed that main problem is low level education and skill management of agrotourism. Early phase is started from improvement education, agriculture, facilities, healthy, social culture, economic sector. Sustainable program is done by workship between Universities, Corporate social responsblity, and Government.

(Keywords:Impowerment, Village Community, Economic, Agrotourism, Integrated Farming System).

Pendahuluan

Secara ekonomi, kecematan Mowewe memiliki letak strategis karena memiliki dua jalur perhubungan, yaitu darat dan laut. Jalur darat menghubungkan kota-kota kabupaten atau kota propinsi yang menjadi pusat kegiatan ekonomi. Sedang jalur laut digunakan untuk hubungan antar daerah di luar propinsi. Program yang akan diterapkan langsung pada sasarannya yaitu masyarakat lapisan bawah atau pelaku yang langsung bergelut dengan dunia pariwisata. Kegiatan ini secara khusus merujuk pada program pokok dalam pembentukan kawasan agrowisata di bidang pengelolaan pertanian berbasis integrated farming system, namun demikian secara umum pemberdayaan masyarakat diarahkan pula pada bidang kesehatan dan pendidikan, perbaikan dan pengelolaan lingkungan fisik, serta pengembangan perekonomian masyarakat.  Zoto et al., (2013) menyatakan bahwa agrowisata memiliki peranan penting untuk masyarakat desa karena memiliki beberapa perana penting dalam hal pendapatan, lapangan kerja, rekreasi dan pendidikan [1]. Akan tetapi, persoalan utama untuk beberapa negara adalah rendahnya pendapatan yang dihasilkan dari sektor pertanian, dengan konsep agrowisata diharapakn dapat meningkatkan standar hidup masyarakat desa, khususnya peningkatan pendapatan orang-orang yang bekerja di sektor pertanian.

Melihat berbagai potensi lokal di atas, maka program pengabdian masyarakat desa, ini sangat diperlukan untuk pengembangan terhadap para petani, pemuda, dan masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi lokal tersebut hingga tercapai desa agrowisata yang mandiri. Program pengabdian masyarakat desa berkonsep Education  for  Sustainable  Development. Metode yang digunakan agar program ini Sustainable adalah dengan perintisan pembentukan kelompok tani dan kelompok ternak, rekonstruksi dan optimalisasi karang taruna yang berfungsi sebagai pionir keberlanjutan program setelah tim program meninggalkan lokasi. Dengan demikian pembangunan di desa tersebut dapat berjalan dengan baik secara mandiri dan harapannya menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang lainnya di Kabupaten Kolaka.

Salah satu upaya pembangunan masyarakat yang pokok dan menjadi perhatian serius dalam programberdayaan masyarkat desa ini adalah program pengelolaan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian masyarakat  dan menciptakan kawasan agrowisata yang berintegrasi dengan program sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan supaya masyarakat mengetahui betapa besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki wilayah tersebut sehingga mereka mampu mengelolanya dengan baik dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta menjadikan wilayah Desa sebagai salah satu kawasan desa wisata edukasi agro yang mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara serta investor – investor asing untuk menanamkan saham di wilayah tesebut.

Oleh karena itu, fokus utama program ini merupakan optimalisasi pemberdayaan masyarakat. Karena sudah saatnya masyarakat dunia, khususnya Indonesia sadar bahwa untuk membangun kehidupan berkelanjutan yang lebih baik, yang dibutuhkan adalah SDM yang unggul. Jika SDM sudah dibekali dengan kompetensi yang cukup, maka dampaknya pun akan menjadi baik untuk pengolahan SDA. Guntoro (2008), menyatakan bahwa masalah utama masyarakat lokal agrowisata adalah rendahnya tingkat pendidikan dan kemampuan dalam manajemen wisata[2]. Guntoro et al., (2008) menambahkan bahwa tantangan terbesarnya adalah  Konsistensi desa dalam memelihara dan menjaga keaslian (autentik) tipe agrowisata[3].

Dengan latar belakang ini, maka kita merasa mempunyai kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan daerah dan menginginkan kemajuan bagi daerah yang termarginalisasi sebagai bentuk dari pengabdian. Sehingga untuk mewujudkan semua itu, sarana atau media yang kami gunakan adalah program pengabdian masyarakat. Dengan menjalin mitra kerjasama dengan pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Perkebunan maupun pihak terkait lainnya diharapkan dapat membantu untuk mengembangkan kegiatan program pengabdian masyarakat di wilayah Kabupaten Kolaka Timur. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut baik sosial, kesehatan, budaya maupun ekonomi maka pemetaan dan pengidentifikasian dalam membentuk problem solving dalam suatu wilayah dirasakan lebih komprehensif. Adapun program – program pokok yang perlu dijalankan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yaitu:

1. Peningkatan produksi pertanian, peternakan, dan perkebunan

2. Pengembangan ekonomi kreatif industri rumah tangga

3. Perbaikan sarana dan pra sarana

4. Peningkatan kesehatan masyarakat

5. Pelestarian nilai sosial dan budaya

Program – program yang telah dirancang di atas didapat dengan menggali potensi dari segala aspek. Pertama, potensi pertanian yang melimpah namun tidak dibarengi dengan SDM yang cukup unggul, menyebabkan lapangan pekerjaan sempit. Oleh karena itu, program ini juga dibekali dengan wawasan kewirausahaan dengan  basis sistem pertanian terintegrasi sehingga diharapkan dapat mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Industri yang ada di Kecamatan Mowewe pun masih berada di sektor industri kecil dan industri kerajinan rumah tangga. Dengan melihat potensi yang ada dan dibarengi dengan peningkatan kompetensi SDM usaha tersebut bukan tidak mungkin dapat dilebarkan.

Tujuan Umum

Menjadikan Kecematan Mowewe sebagai kawasan Desa wisata edukasi agro berbasis sistem pertanian terpadu dengan memperhatikan aspek pengembangan ekonomi, pelestarian sosial budaya, dan optimalisasi modal sosial.pemberdayaan masyarakat.

Tujuan Khusus

1.   Meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam hal ekonomi, yaitu optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada terutama pengolahan di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan

2.   Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada.

3.   Membentuk jiwa kewirausahaan dalam diri masyarakat, agar menciptakan masyarakat yang mandiri.

Produk Kegiatan Program Desa Agrowisata

1.  Peningkatan kualitas produksi pertanian, dan peternakan baik dalam jumlah produksi maupun produk olahannya.

2.  Peningkatan partisipasi dan kemampuan penduduk dalam memanajemen pemasaran produk hasil olahan pertanian.

3.  Terwujudnya Karang Taruna yang maju dan mandiri.

4.  Terwujudnya UMKM hasil pertanian di Dusun-dusun.

5.  Peningkatan soft skill menanam tanaman herbal dengan keterbatasan lahan.

6.  Terwujudnya kelompok tani yang mandiri di Dusun-dusun.

7.  Terwujudnya agromedisin di Dusun-dusun.

8.  Terwujudnya Dusun-dusun di kecematan mowewe sebagai desa pengembangan agrowisata di Kabupaten Kolaka Timur.

9.  Terwujudnya masyarakat yang mandiri dalam pengembangan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

10.Terwujudnya sarana dan prasarana yang mendukung program tema.

Hasil Kegiatan Program Desa Agrowisata

1. Peningkatan kualitas produksi pertanian dan peternakan baik dalam jumlah produksi maupun produk olahannya.

2. Meningkatnya strata sosial dan ekonomi penduduk Kecematan Mowewe sebagai desa percontohan agrowisata.

3. Meningkatnya keberdayaan pemuda mengelola karang taruna dan tebentuknya berbagai kegiatan desa dengan sukses.

4. Peningkatan pendapatan penduduk dengan terbentunya UMKM

5. Meningkatnya kemandirian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sehingga tingkat kesehatan pun ikut meningkat.

6. Peningkatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu

7. Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah yang ada di desa.

8. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kelompok Sasaran

1. Petani di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan di Kecematan Mowewe, Kolaka Timur.

2. Masyarakat lokal meliputi Pemuda karang Taruna, anak – anak, ibu rumah tangga, dan kelompok – kelompok usaha di Kecematan Mowewe, Kolaka Timur.

Bidang Peningkatan Produksi Pertanian, Peternakan dan Perkebunan

Bidang produksi mempunyai tujuan umum untuk menanamkan jiwa agribisnis kepada masyarakat dengan meningkatkan produksi hasil alam lokal desa baik dari pertanian, perkebunan, maupun peternakan. Bidang ini juga mengeksplorasi berbagai peluang dalam pemanfaatan semua potensi yang ada dalam rangka peningkatan potensi sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu. Program yang dicanangkan diantaranya adalah adalah berupa pengolahan hasil pertanian dan sisa hasil pertanian dengan harapan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat. Selain program pengolahan, juga akan dilakukan pendampingan dengan dibentuknya kelompok UMKM dan bimbingan langsung kepada koperasi, sehingga program UMKM ini akan tetap sustainable.

Bidang Sarana dan Prasarana Fisik.

Bidang ini bertujuan untuk meningkatan sarana dan prasana untuk mendukung perekonomian dan terbentuknya kawasan wisata edukasi agro yang berbasis sistem pertanian terpadu. Selain itu, diperlukan adanya kemampuan dalam teknologi informasi agar mampu bersaing pada industri – industri lainnya yang ada diluar kawasan Kecematan Mowewe yang notabene berkembang dengan cepat.

Bidang Sosial, Budaya, dan Ekonomi Masyarakat.

Bidang ini memberikan perhatian khususnya pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan budaya serta adat istiadat Kecematan Mowewe. Output dari pengelolaan SDM ini berupa peningkatan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan dalam bidang kewirausahaan dan peningkatan pengetahuan dalam mengelola organisasi. Selain itu, inisiasi dalam kelembagaan akan dilaksanakan secara terintegrasi dalam program bidang sarana dan prasarana fisik serta bidang peningkatan produksi sehingga terwujud masyarakat yang mandiri secara utuh sebagai percontohan untuk desa-desa yang lain.

Bidang Kesehatan Masyarakat

Bidang ini mempunyai tujuan utama memberikan pengetahuan mengenai kebersihan lingkungan untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat  berperilaku sehat, terutama kebersihan lingkungan industri rumah tangga. Pembekalan mengenai tanaman obat dan pembuatan sebuah agromedisin di tiap dusun dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatan. Selain itu, pengetahuan tentang gizi anak dengan memanfaatkan produk alam lokal melengkapi terwujudnya kemandirian masyarakat dalam berperilaku sehat dan memelihara kesehatan.

Rencana Keberlanjutan Program

Dengan adanya sistem program yang pendorong dan pemelihara ini diharapkan akan memenuhi tujuan keberlanjutan program, sehingga program akan terus dilaksanakan oleh masyarakat walaupun periode program desa agrowisata telah selesai. Untuk menjaga keberlanjutan dari program-program ini, perlu dilakukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten kolaka timur selaku lembaga mitra. Pada akhir dari program akan diadakan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui apakah program telah memenuhi target yang diinginkan, apabila belum, maka akan diteliti, apa saja kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut, yang kemudian akan digunakan untuk pelaksanaan program berikutnya.

Monitoring dan Evaluasi Program

Konsep monitoring dan evaluasi program desa agrowisata menggunakan 2 parameter dasar, yaitu tujuan umum diadakannya program ini dan tujuan khusus yang masing-masing tercermin pada program kerja yang telah tersusun. Mekanisme yang dilakukan dengan melakukan system questioner kepada masyarakat ataupun penelitian serta wawancara secara langsung di lapangan, yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan program dan sesudah pelaksanaan. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesuksesan ataupun kegagalan yang terdapat dalam setiap program kerja yang kami usung, apakah ada perubahan terhadap pertumbuahan ekonomi, pola perilaku dan tata kehidupan masyarakat setempat sebelum dan sesudah program desa agrowisata.

Metode Pemberdayaan Kelompok Sasaran

Dalam mencapai tujuan utama program desa agrowisata berbasis education for sustainable development, maka program – program dirancang dengan mengutamakan keterlibatan langsung masyarakat, dengan harapan masyarakat dapat mendapatkan pendidikan dan pengalaman praktis dalam memecahkan masalah-masalah lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial dalam mewujudukan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup untuk menuju masyarakat yang madani.

Berikut ini adalah metode – metode langkah operasional yang akan digunakan dalam pemberdayaan kelompok sasaran program desa agrowisata beserta dengan pemaparan masing-masing metode.

a.   Pendekatan sosial budaya

Tahap ini merupakan pembangunan fundamental kerja sama tim program desa agrowisata dengan masyarakat. Dalam jangka waktu seminggu pertama sejak kedatangan, tim dikerahkan untuk melakukan pendekatan ini.

Metode pendekatan ini dilakukan sebagai tahap awal yang bertujuan untuk menganalisa masalah/kebutuhan yang sesuai dengan budaya masyarakat setempat, menggagas dan mengembangakan program bersama dengan masyarakat dan stakeholder yang terkait, agar kegiatan PROGRAM DESA AGROWISATA relevan dengan keadaan masyarakat setempat. Jika diperlukan, tim PROGRAM DESA AGROWISATA akan melakukan perancangan ulang detail kegiatan. Dengan pendekatan ini, diharapakan adanya dukungan dari semua pihak terkait dan yang berkepentingan, serta dapat dilaksanakan dengan dukungan sepenuhnya dari masyarakat yang bertindak sebagai subjek dari program ini.  Budiasa dan Ambarawati (2014) menyatakan bahwa untuk mendukung program agrowisata di daerah Bali (studi kasus) perlu adanya dukungan dana dari pemerintah ataupun pihak swasta dalam hal program corporate social responsibility yang dapat berguna dan membantu[4].

b.   Pendidikan kesadaran akan pemanfaatan kekayaan pertanian lokal dan perkebunan

Melalui pendidikan, pelatihan, serta penyuluhan tentang potensi pertanian lokal, diharapakan dapat menghasilkan perubahan pengetahuan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan pertanian lokal. Sehingga masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dalam mengolah kekayaan pertanian lokal yang selama ini masih kurang atau bahkan belum diberdayakan, untuk dijadikan pilar penting dalam mencapai kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

c.   Pendidikan praktis wirausaha berbasis UMKM dan pemanfaatan potensi pertanian lokal

Metode ini merupakan tindak lanjut dari metode sebelumnya. Pada tahap ini masyarakat diajak untuk terjun secara praktis dalam pemanfaatan potensi pertanian lokal sebagai modal untuk berwirausaha. Di dalam tahap ini, masyarakat juga diajarkan praktek pengembangan home industry (kreatif industri rumah tangga) beserta cara pemasarannya.

Wirausaha masyarakat ini akan diwujudkan melalui pembentukan paguyuban usaha rakyat, yang di dalamnya juga akan diajarkan manajemen organisasi dan keuangan.

d. Penataan desa Agrowisata

Dengan melihat potensi lokal yang ada, inisiatif selanjutnya adalah melakukan penataan kawasan agrowisata. Dengan terbentuknya kawasan agrowisata tersebut, diharapkan dapat membantu memperkenalkan kekayaan lokal Mowewe sekaligus membantu peningkatan ekonomi masyarakat setempat khususnya dan masyarakat Mowewe pada umumnya.

e. Peningkatan mutu kesehatan

Kekayaan hasil pertanian Mowewe juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif herbal agromedisin. Selain itu, penyuluhan kesehatan dan pengenalan hidup sehat akan diberikan kepada masyarakat setempat agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya kesehatan. Sebagai wujud nyata, akan diadakan pelayanan kesehatan dan pengelolaan posyandu di beberapa titik.

f. Perbaikan infrastruktur dan sektor lingkungan

Melalui perbaikan infrastruktur, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan paradigma berfikir tentang masa depan dengan meletakkan perhatian yang berimbang mengenai lingkungan hidup, meningkatkan kesadaran peduli lingkungan hidup dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup.Demi tercapainya kegiatan yang berkelanjutan, dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dititikberatkan pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama, dan tim PROGRAM DESA AGROWISATA bertindak sebagai pihak pendukung.

g. Mengenalkan masyarakat pada perkembangan IPTEK

Sebagai implikasi dari perkembangan jaman, masyarakat dituntut untuk menguasai atau paling tidak mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi unutk kemudian diwujudkan secara aplikatif sebagai soolusi atas permasalahan yang berkembang di tengah kehidupan mesyarakat sosial.

Dengan mengenalkan perkembangan IPTEK, diharapkan dapat membantu meningkatkan SDM Mowewe, sehingga potensi SDA yang ada dapat termanfaatkan dengan baik.

Langkah-langkah operasional untuk mengatasi permasalahan yang dideskripsikan pada latar belakang

a. Masalah rendahnya mutu SDM

Desa-desa di Kecamatan Mowewe mempunyai SDA yang melimpah dan siap dikelola, namun, SDM yang belum optimal kurang mampu mengelola SDA yang ada dengan tepat sehingga produk olahan SDA yang dihasilkan pun tidak maksimal.

Oleh karena itu, langkah yang diterapkan adalah mengadakan penyuluhan dan pelatihan-pelatihan terkait pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat dengan menggunakan metode partisipasi aktif masyarakat. Dengan mengajak masyarakat ikut serta aktif dalam program desa wisata ini, diharapakan dapat menanamkan pengaruh baik pada masyarakat, sehingga tercapai tujuan utama optimalisasi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Peningkatan mutu SDM juga dilakukan dengan memberikan bantuan pendidikan berbagai jenjang yang ada di daerah tersebut. Bentuk nyatanya seperti memberikan pendidikan bahasa inggris dan teknologi interaktif.

b. Masalah ekonomi

Karena Produk hasil olahan SDA kurang optimal untuk dikelola, sehingga perekonomian stagnan karena lapangan kerja sempit, padahal apabila diberdayakan akan dapat menciptakan lapangan kerja yang cukup beragam dan luas. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan yaitu pengembangan UMKM berbasis sistem pertanian terpadu.

Program nyata berupa pembinaan pemuda karang taruna untuk berwirausaha dan memberi fasilitas pendidikan pertanian terpadu untuk paguyuban tani. Dalam paguyuban dan karang taruna tersebut diadakan simulasi usaha kecil menengah dan diberikan materi – materi kewirusahaan.

c. Masalah kesehatan

Dalam pengembangan sumber daya alam, masyarakat merupakan elemen utama yang bertindak sebagai aktor atau pelaku. Sebagai langkah produk untuk menjaga produk home industry agar tetap memenuhi standar kualitas dan sisa produksinya tidak mengganggu kesehatan lingkungan, maka masyarakat akan diberikan pemahaman tentang pentingnya hidup sehat melalui penyuluhan hidup bersih dan sehat, pelatihan sanitasi sehat home industry, dan pelatihan swamedikasi dan agromedicine. Dalam hal ini, agromedicine juga dapat menjadi salah satu potensi agrobisnis melalui pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA).

Master plan yang disusun cukup relative pendek dibandingkan hasil penelitian Na Songkhala dan Somboonsuke (2012), menyatakan bahwa studi kasus pada Chang Klang District di Negara Thailand menunjukkan perkembangan dan kemajuan dari program agrowisata setelah 10 tahun[5].

Konsep monitoring dan evaluasi program ini menggunakan 2 parameter dasar, yaitu tujuan umum diadakannya program desa wisata dan tujuan khusus yang masing-masing tercermin pada program kerja yang telah tersusun. Mekanisme yang dilakukan dengan melakukan system questioner kepada masyarakat ataupun penelitian serta wawancara secara langsung di lapangan, yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan program desa wisata. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesuksesan ataupun kegagalan yang terdapat dalam setiap program kerja yang kami usung, apakah ada perubahan terhadap pertumbuahan ekonomi, pola perilaku dan tata kehidupan masyarakat setempat sebelum dan sesudah program desa wisata.

DAFTAR PUSTAKA

Budiasa, I. W., dan I. G. A. A. Ambarawati. 2014. Community based agro-tourism as an innovative integrated farming system development model towards sustainable agriculture and tourism in Bali. J. ISSAAS. Vol 20 (1): 29-40.

Guntoro, B. 2008. Livestock tourism: an Integrated farming and tourism development towards agro-ecosystem in the rural area. Proceeding for the 4th Euro-Asia Confererence on environment and corporate social responsibility: Tourism, MICE, and management technique session (Part II) September 20-21, 2008 Tianjin, China.

Guntoro, B., J. Udomsade, and W. Thongma. 2008. Sustainable tourism development on tribal people in northern Thailand: Problem, Challenge and Potentials. Journal of Research and Development Faculty of Agricultural Business Maejo University.

Na Songkhala, T and B. Somboonsuke. 2012. Impact of agro-tourism on local agricultural occupation: a case study of Chang Klang district, southern Thailand. Journal of Agricultural

Zoto, S., E. Qirici, and E.Polena. 2013. Agrotourism-a sustainable development for rural area of korea. European academic research. Vol 1(2): 209-223.

 

 


[1] Zoto, S., E. Qirici, et.al., Agrotourism-a sustainable development for rural area of korea. European academic research. Vol.1(2013), h. 209-223

[2] Guntoro, B, Livestock tourism: an Integrated farming and tourism development towards agro-ecosystem in the rural area. Proceeding for the 4th Euro-Asia Confererence on environment and corporate social responsibility: Tourism, MICE, and management technique session, (September 20-21 , Tianjin China, 2008)

[3] Guntoro, B., J. Udomsade, et.al., Sustainable tourism development on tribal people in northern Thailand: Problem, Challenge and Potentials. (Journal of Research and Development Faculty of Agricultural Business Maejo University,2008)

[4] Budiasa, I. W., dan I. G. A. A. Ambarawati, Community based agro-tourism as an innovative integrated farming system development model towards sustainable agriculture and tourism in Bali, Vol 20 (1), (J. ISSAAS ,2014)

[5] Na Songkhala, T and B. Somboonsuke , Impact of agro-tourism on local agricultural occupation: a case study of Chang Klang district, southern Thailand, (Journal of Agricultural ,2012)

 


comments powered by Disqus