Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Milad IAEI ke-15, Menko Perekonomian: Ini Perkembangan Bisnis Syariah pada Travel Haji dan Umroh

Updated: Tuesday 12 March 2019 - 15:31 Kategori: Info Pilihan Posted by: Media IAEI

IAEI, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution yang didampingi Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Bambang Brodjonegoro, membuka acara Milad ke-15 IAEI dengan tema “Manajemen Syariah pada Bisnis Travel Haji dan Umrah” di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Rabu, (06/03/2019).

Menteri Darmin yang ditunjuk menggantikan Presiden RI Joko Widodo untuk membuka acara tersebut mengatakan, saat ini kondisi perekonomian syariah di Indonesia tidak mengalami perkembangan yang cepat. Sebab terdapat beberapa kendala dari kegiatan riil pada bisnis syariah.

"Beberapa bulan yang lalu dalam kesempatan acara keuangan dan pembiayaan syariah yang dilaksanakan BI saya menyampaikan satu pandangan bahwa sebetulnya perkembangan keuangan syariah yang tidak bisa cepat setelah beberapa tahun terakhir itu kendalanya ada di sektor riilnya, bukan keuangan," ujar Menko Darmin di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (06/03/2019).

Hal ini disampaikan olehnya dalam acara Milad ke-15 Tahun Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dengan tema Manajemen Syariah pada Bisnis Travel Haji dan Umrah. Ia menerangkan, padahal Indonesia merupakan pangsa pasar bisnis syariah yang besar, hanya saja hal tersebut tak dimanfaatkan dengan maksimal.

"Kendalanya bukan keuangan, bukan di supply sidenya tapi ada di demand sidenya yaitu sektor riil kegiatan ekonomi kita itu sendiri. Nah hari ini temanya, salah satu demand side yang mestinya sudah sangat panjang waktunya kita laksanakan," terang dia.

Darmin menjelaskan, sehingga manajemennya sudah seharusnya disempurnakan dari waktu ke waktu menjadi lebih syariah. Untuk itu, beberapa perbaikan perlu ditingkatkan dalam membangun ekonomi syariah di Indonesia.

"Tentunya pelaksanaan ekonomi syariah akan mendukung kepentingan nasional," pungkasnya.


Sumber