Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Ketua IAEI Jelaskan Urgensi Pembentukan Bank BUMN Syariah

Updated: Selasa 22 Mei 2018 - 8:30 Kategori: Opini Posted by: Media IAEI

IAEI, JAKARTA -- Ketua I Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Irfan Syauqi Beik menilai, pembentukan Bank BUMN Syariah harus segera dilakukan untuk menggerakkan pertumbuhan sektor riil dalam negeri.

"Salah satu yang bisa kita gerakkan adalah mengembangkan industri perbankan syariah karena by nature sekali akad Bank Syariah itu basisnya adalah sektor riil. Pasti akan mendorong growth kita, kan stuck ya 5 persen sejak 3 tahun terakhir. Jadi buat saya sih lebih baik kita kembangkan, dorong supaya kita punya Bank Syariah BUMN yang besar," kata Irfan di JS Luwansa Jakarta pada Senin (14/5/2018).

Menurut Irfan, pemerintah bisa memberikan investasi pembentukan Bank BUMN baru Syariah sebesar Rp30 triliun.

Selain itu, pemerintah juga bisa menggabungkan anak-anak usaha BUMN yang bisa berkonsolidasi untuk membentuk mega bank BUMN syariah. Seperti menggabungkan Bank Muamalat dengan Bank BUMN Syariah.

Cara lain yang juga bisa dipakai, kata Irfan, dengan mengkonversi anak usaha bank BUMN, misalnya Bank BTN Syariah dikonversi menjadi Bank BUMN Syariah.

"Pilihannya itu kan bisa bikin merger, dikonversi, atau bisa digabungin anak-anak yang ada di bank BUMN. Kalau itu besar, itu nanti daya dongkrak pergerakan sektor riil juga diharapkan akan naik," terangnya.

Ia memperhitungkan, apabila membikin merger, maka akan ada stagnasi selama masa konsolidasi korporasi. "Tapi, kalau bikin baru tentu bisa set up kantor dan sebagainya. Jadi, kalau mau cara paling cepat itu convert seperti yang dilakukan di Aceh dan NTB. Itu cara paling cepat," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, idealnya pembentukan Bank BUMN Syariah harus dikembangkan dalam skala yang besar guna meningkatkan inklusi keuangan syariah.

"Bagaimanapun perlu modal dan pengalaman. Tentunya bank BUMN sekarang kan punya pengalaman yang bagus. Nah kami harap bank BUMN syariah seperti itu," ujar Bambang.

Bambang juga menyampaikan dua cara untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah. Pertama adalah modal. Kedua, terciptanya ekosistem industri halal dan syariah dalam skala besar di Indonesia.

"Harus mendorong banyak produsen yang memproduksi halal dan syariah ini langsung bermitra dengan bank syariah," ucap Bambang.


Sumber