Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Optimalisasi Blockchain Pada Pariwisata Halal

Updated: Selasa 5 Oktober 2021 - 10:57 Kategori: Opini Posted by: Admin IAEI

Optimalisasi Blockchain Pada Pariwisata Halal

Safri HalidingPengurus BIdang Pengembangan Industri Halal & Industri Kreatif DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)


Pemerintah saat ini sedang seriusnya mendorong Indonesia menjadi barometer industri halal dunia menuju Indonesia menjadi pusat Industri Halal global. Komitmen tersebut dibuktikan dengan sejumlah dukungan pemerintah untuk industri halal seperti diterbitkannya Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), penguatan sektor UMKM halal, penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, fasilitasi biaya sertifikasi halal bagi UMK yang ditanggung oleh pemerintah, dan mekanisme self-declare bagi pelaku UMK untuk produk tertentu.

Berdasarkan data the State of the Global Islamic Economy Report 2019/2020 mencatat pengeluaran makanan dan gaya hidup halal umat muslim di dunia mencapai 2,2 triliun dolar AS pada 2018 dan diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 3,2 triliun dolar AS pada 2024.

Sementara itu, salah satu sektor di industri halal yang saat ini juga sedang tumbuh dan berkembang selain industri makanan halal adalah pariwisata halal global. Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2018 melaporkan, bahwa Muslim Travel Market bertumbuh secara cepat bahkan diprediksi meningkat 220 miliar dolar AS pada 2020 dan diekspektasikan meningkat 80 miliar dolar AS menjadi 300 miliar dolar AS pada 2026.

Pada 2017, sebanyak 131 juta wisatawan muslim secara global meningkat dari tahun 2016 yang hanya 121 juta dan diprediksi semakin bertambah jumlahnya pada 2020 yaitu 156 juta wisatawan. Jumlah ini merepresentasikan 10 persen dari total segmentasi sektor travel secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pariwisata halal memiliki potensi untuk berperan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana perkembangan pariwisata halal saat ini telah memasuki fase global mainstream market, bukan sekedar niche market.

Di sisi lain, perkembangan yang makin pesat di bidang teknologi telah mengubah wajah sektor industri salah satunya industri pariwisata halal salah satunya teknologi Blockchain. Kehadiran teknologi blockchain telah membuka peluang cara baru dalam menyimpan dan menggunakan data dan sumber informasi lainnya. Blockchain mampu memberikan peningkatan transparansi dan keamanan dalam bertransaksi sehingga membuat industri pariwisata halal dapat menggunakan teknologi Blockchain dalam memahami transaksi perjalanan wisatawan halal atau wisata ramah muslim.

Meskipun teknologi blockchain pada awalnya mungkin terdengar membingungkan, sebenarnya cukup mudah untuk dipahami. Blockchain pada dasarnya adalah daftar catatan publik, juga dikenal sebagai buku besar publik, di mana transaksi antar pihak terdaftar atau disimpan. Setiap catatan, yang dikenal sebagai 'blok' dalam terminologi blockchain, diamankan menggunakan kriptografi.

Salah satu aspek terpenting dari teknologi blockchain adalah bahwa data terdesentralisasi, dengan informasi yang dibagikan melalui jaringan peer-to-peer. Setiap blok berisi informasi transaksi dan waktu. Blok juga permanen dan tidak dapat diubah tanpa konsensus dari seluruh jaringan dan tanpa mengubah semua blok berikutnya.

Sifat data yang terdesentralisasi, permanen, record tidak dapat diubah dari data yang dicatat dalam blockchain artinya data lebih aman, dapat dilacak, dan transparan. Selain itu, tidak ada titik pusat kerentanan atau kegagalan dalam Blockchain dan data tersebut tahan terhadap modifikasi dan gangguan yang tidak diinginkan dari pihak lain.

Sehingga penerapan Blockchain dalam industri wisata halal mampu memberikan transaksi yang stabil dan tingkat keamanan yang optimal, sifat terdesentralisasi dari blockchain membuat informasi tidak akan pernah 'offline' atau hilang sehingga transaksi selalu dapat dilacak. Industri perjalanan sangat bergantung pada perusahaan pada agen yang menyampaikan informasi antara satu sama lain. Misalnya, agen perjalanan perlu memberikan rincian pelanggan ke perusahaan penerbangan dan hotel, sementara barang-barang pribadi pelancong sering kali berpindah antar perusahaan dan juga dilacak. Blockchain dapat membuat akses dan penyimpanan informasi penting menjadi lebih mudah dan dapat diandalkan, karena penyimpananinformasi dibagi di seluruh jaringan.

Selain itu, transaksi keuangan juga merupakan bagian penting dari industri perjalanan, dan teknologi blockchain mampu dalam menyederhanakan dan menjamin keamanan transaksi pembayaran. Hal ini sangat membantu pada saat berurusan dan melakukan pembayaran luar negeri dengan kondisi tersebut blockchain dapat membantu meningkatkan tingkat kepercayaan di antara semua pihak.

Oleh karena itu, dengan kemajuan dan kelebihan teknologi Blockchain maka terdapat beberapa potensi penerapan teknologi Blockchain pada industri pariwisata halal seperti di bawah ini.


1. Pelacakan (Uji Telurus) Produk dan Fasilitas Halal.

Dalam wisata halal wajib tersedianya fasilitas yang ramah dengan umat muslim seperti menyediakan tempat salat, pemisahan dan penandaan antara makanan halal dan haram, pemisahan minuman beralkohol dan lain sebagainya. Dengan adanya teknologi blockchain memungkinkan pelacakan komponen-komponen produk dan fasilitas halal secara mendetail, untuk makanan dan minuman pada titik Kritis komponen-komponen produk nonhalal pada bahan baku menjadi lebih muda untuk dideteksi ulang dengan menggunakan teknologi blockchain setelah produk halal berbentuk barang jadi.

2. Pelacakan Bagasi

Teknologi Blockchain bisa sangat berguna untuk melacak pergerakan bagasi, terutama saat berurusan dengan perjalanan internasional. Dalam banyak kasus, bagasi pelanggan berpindah tangan beberapa kali selama dalam perjalanan mereka. Menggunakan database terdesentralisasi membuat berbagi data pelacakan antar perusahaan jauh lebih mudah.

3. Layanan Identifikasi

Layanan identifikasi sangat penting bagi industri perjalanan, dan blockchain berpotensi menjadi standar industri untuk menyimpan informasi ini. Teknologi blockchain memiliki kapasitas untuk mengurangi waktu check-in, atau antrian di bandara, karena sidik jari sederhana atau pemindaian retina dapat menggantikan dokumen yang ditampilkan.

4. Pembayaran yang Aman dan Dapat Dilacak

Mungkin penggunaan teknologi blockchain yang paling penting dalam industri hotel dan pariwisata halal yaitu pembayaran. Aplikasinya dapat berfungsi sebagai buku besar global, membuat pembayaran bank lebih sederhana dan aman, hingga memungkinkan perusahaan perjalanan menerima pembayaran menggunakan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

5. Skema Loyalitas Pelanggan

Banyak perusahaan perjalanan menjalankan skema loyalitas pelanggan, untuk mendorong kebiasaan menggunakan jasa kembali perusahaan. Blockchain juga dapat membantu program ini, menyederhanakan proses, memungkinkan pelanggan untuk lebih mudah mengakses informasi tentang poin loyalitas mereka, dan memungkinkan token untuk didistribusikan. Ini juga dapat membantu memerangi penipuan di bidang ini.


Pada akhirnya kehadiran teknologi Blockchain dapat menjadi salah satu produk inovasi baru dalam industri pariwisata halal sehingga mampu meningkatkan pelayanan dan jasa bagi konsumen sehingga potensi Indonesia sebagai pusat industri wisata halal dunia dapat terwujud yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.


Disclimer:
*) Sumber: REPUBLIKA (dimuat 02 Oktober 2021, dengan judul 'Blockchain untuk Wisata Halal')
*) Pandangan penulis tidak mewakili pandangan Institusi