Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Peran Lembaga Keuangan Syariah Dioptimalkan

Updated: Friday 15 March 2019 - 10:11 Kategori: Opini Posted by: Media IAEI

IAEI, JAKARTA – Pemerintah akan mengoptimalkan peran lembaga keuangan syariah da­lam penyelenggaraan haji dan umroh. Optimalisasi itu karena bank syariah dapat berperan se­bagai perantara yang dipercaya penuh oleh masyarakat dalam pelaksanaan/ operasional ke­berangkatan ibadah haji dan umrah, dengan bekerja sama dengan Penyelenggaraan Iba­dah Haji dan Umrah (PPIU)/ travel.

“Bank Syariah diharapkan dapat menciptakan kompetisi secara sehat antar usaha jasa PPIU/ Travel penyelenggara ibadah haji dan umrah,” kata Menko Perekonomian, Darmin Nasution dalam sambutannya pada seminar nasional mem­peringati Milad Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) ke-15 di Jakarta, Rabu (6/3).

Darmin dalam kesempatan itu juga berpesan kepada para PPIU, agar mencari cara untuk meng­undang pula investor dan warga Arab Saudi untuk berkun­jung dan berbisnis di Indonesia. Selain itu, dia mengimbau me­reka agar mengutamakan peng­gunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sarana pendukung ibadah, seperti koper, tas jinjing, se­ragam, hingga alat bantu lain.

“Dengan demikian dapat membantu memperbaiki defisit neraca perdagangan kita dengan Saudi mau­pun negara lain seperti Tiong­kok,” kata Dar­min.

Darmin menam­bahkan pi­haknya telah membentuk satgas pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan pe­nyelenggaraan ibadah umrah. Selain itu, pihaknya juga mem­bangun layanan digital untuk mengantisipasi permasalahan pada penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Dengan demikian, kon­sumen dapat memilih PPIU/ Travel terpercaya dan memiliki rating penilaian baik dari ma­syarakat.

Selain itu, Kementerian Aga­ma juga telah membuat aplikasi khusus sebagai referensi pen­carian biro travel umrah yang telah mendapatkan izin resmi dari pemerintah.

Indonesia, papar Darmin, memiliki pangsa pasar yang menjanjikan untuk calon ja­maah yang berminat melak­sanakan haji dan umrah di Tanah Suci. Pasalnya, jumlah penduduk muslim di dunia pada 2017 mencapai 1,8 miliar jiwa atau mencapai 24 persen dari populasi global. Adapun penduduk muslim di Indonesia mencapai 87 persen dari total penduduk Indonesia atau 13 persen dari penduduk dunia.

Sebagai informasi, total ja­maah haji di Tanah Suci pada 2018 mencapai 2.371.675 jiwa, dengan 74,15 persen diantaran­ya dari luar Saudi.


Sumber