Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Pesantren Harus Jadi Basis Ekonomi Nasional

Updated: Rabu 1 November 2017 - 15:43 Kategori: Opini Posted by: Santoso Permadi

IAEI, DEPOK -- Pemerintah melalui berbagai kementerian maupun lembaga ingin meningkatkan keterlibatan pesantren dalam perekonomian nasional. Akan tetapi, hal ini membutuhkan usaha serius, bukan hanya bermodal komitmen dan rekayasa kebijakan.

Saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/10), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sekaligus sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Bambang Brodjonegoro mengatakan, salah satu kekuatan ekonomi umat adalah pesantren. Oleh karena itu, pelibatan pesantren dalam pembangunan menjadi perhatian pemerintah.

"Kami mencoba menjadikan pesantren sebagai basis ekonomi nasional," kata Bambang. Secara spesifik, lanjut dia, pesantren ingin dilibatkan dalam sektor riil halal.

Namun, Bambang menyebutkan, pesantren masih menghadapi beragam tantangan. Mulai dari aspek kemandirian, keterbatasan tata kelola, pengembangan potensi pasar belum optimal, serta transfer pengetahuan terbatas.

Oleh karena itu, Bambang mengatakan, pemerintah sedang menyusun peta jalan pengembangan ekonomi pesantren, termasuk standar laporan keuangan pesantren. "Paling tidak di pesantren harus ditekankan perlunya keterbukaan dan penyusunan laporan keuangan yang benar," ujarnya.

Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah ini juga mendorong pengembangan usaha percontohan, memfasilitasi pasar, berbagi pengetahuan, dan ujungnya pada induk usaha pesantren. Dengan demikian, kelak pesantren dapat memiliki kegiatan ekonomi inti yang menghadirkan kemandirian.

Lebih lanjut, Bambang membuka kesempatan kepada semua pihak untuk ikut mengembangkan ekonomi berbasis pesantren. Tidak eksklusif pada satu atau dua institusi semata. Hal yang tengah dilakukan saat ini, menurut dia, adalah membuat permodelan ekonomi berbasis pesantren. Bentuknya bisa kerja sama korporasi dengan UMKM, dalam hal ini pesantren. "Jadi, intinya kami ingin lahirkan wirausaha baru dari pesantren," kata Bambang.

Menurut Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Latihan Kementerian Agama, jumlah pesantren di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 25 ribu. Dari jumlah itu, tercatat jumlah santri mencapai 3,65 juta orang. 


Sumber