Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

IAEI dan BEI Kenalkan Pasar Modal Syariah di Palembang

Updated: Jumat 8 September 2017 - 10:36 Kategori: Siaran Pers Posted by: Santoso Permadi

c-IMG_1348.JPG

IAEI, PALEMBANG – Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kenalkan Pasar Modal Syariah ke Kampus-kampus di Palembang pada Rabu (5/9). Upaya pemberdayaan prinsip ekonomi syariah di berbagai sendi kehidupan masyarakat kian digalakan. Setelah perbannkan, asuransi hingga multifinnance berbasis syariah, kali ini ada pula pasar modal syariah.

Pengenalan terkait keberadaan pasar modal syariah ini dimulai dari lingkup kampus, salah satunya dengan kegiatan Training of Trainers Pasar Modal Syariah (TOT) yang digelar di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Palembang (UNPAL) bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah IAEI Sumatera Selatan. Kegiatan TOT Pasar Modal Syariah yang berlangsung sehari ini diikuti sekitar 100 peserta, yang merupakan perwakilan dosen perguruan tinggi dan praktisi industri keuangan di lingkup Kopertis Wilayah II.

Dekan FE UNPAL, Abdullah Rasjid menyebutkan, kegiatan TOT ini diisi penyampaian materi sejumlah pembicara berkompeten dan praktisi di bidang ekonomi syariah yang dihadirkan, yakti Doddy Prasetya Ardhana (Islamic Capital Market Development PT BEI), M Bagus Teguh (Perwakilan DSN MUI) dan Peni Handayani (Philip Securitas Indonesia).

“Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk lebih mengenalkan prinsip syariah, utamanya dari sisi pasar modal syariah, yang pada gilirannya diharapkan dapat lebih meningkatkan taraf hidup umat muslim, khususnya yang ada di Sumatera Selatan,” imbuh Rasjid yang sekaligus merupakan Ketua DPW IAEI Sumatera Selatan.

Salah seorang pemateri M Bagus Teguh menjelaskan, pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal konvensional. Di mana, pialang saham hanya diberikan kesempatan membeli saham-saham dari perusahaan menerapkan prinsip syariah. “Di pasar modal syariah, dilarang keras membeli saham perusahaan yang tidak sesuai hukum syariah. Seperti yang bergerak di bidang penjualan miras, termasuk saham di sektor jasa keuangan yang berbasis ribawi (riba), itu tidak diperkenalkan untuk diperjualbelikan di sini,’’ imbuh Bagus.

Saat ini OJK yang bekerjasama dengan DSN MUI dan BEI sudah mengeluarkan list setidaknya 350 perusahaan yang menerapkan system syariah.

Direktur Pasar Modal OJK sekaligus Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Pasar Modal serta Investasi Syariah, Fadilah Kartikasasi yang membuka acara, berharap kegiatan ini akan diimplementasikan di masa akan datang.