Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
[Call For Paper] Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019 | Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta | INFORMASI FREKS 

Posisi Perbankan Syariah Indonesia di dunia Internasional

Updated: Rabu 3 Desember 2014 - 11:13 Kategori: Siaran Pers Posted by: Ricky Dwi Apriyono

Sejak 2 tahun terakhir ini, terjadi perubahan yang cukup signifikan di dunia keuangan di Indonesia dengan berdirinya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menaungi seluruh lembaga keuangan di Indonesia, baik bank maupun non-bank. OJK menggantikan peran pengawasan perbankan yang sebelumnya dipegang oleh Bank Indonesia, juga mengambil alih tugas Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang merupakan pengawas lembaga-lembaga keuangan non-bank. Termasuk yang diawasi oleh OJK adalah Lembaga Keuangan Syariah dengan adanya Departemen Perbankan Syariah.

Sementara itu, sebuah tantangan datang dari kancah internasional dengan pencanangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai tahun 2015, di mana konsekuensi dari pencanangan MEA tersebut adalah persaingan global. Diharapkan seluruh industri di Indonesia telah menyiapkan kualitas terbaiknya untuk mampu bersaing dengan industri sejenis dari seluruh negara di kawasan Asean, tidak terkecuali industri keuangan, khususnya keuangan syariah. 

"Market driven adalah ciri pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia", ujar Dr. Nurul Huda. Market share perbankan Syariah di Indonesia saat ini adalah 5%. Butuh keberpihakan pemerintah untuk meningkatkannya.

Farouq Alwyni menjelaskan bahwa tantangan Perbankan Syariah saat ini selain keberpihakan pemerintah adalah harmonisasi Ekonomi dan Islamic Worldview. Banyak pihak yang masih kurang mempercayai kesyariahan Perbankan Syariah. "Ini menjadi tantangan kita bersama", ujarnya.

"Indonesia adalah the biggest Islamic Retail Banking In the world", ujar Adiwarman. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Islamic Financial Hub. Selain Perbankan Syariah Ritel terbesar dunia, jumlah nasabah, universitas penyelenggara prodi Perbankan Syariah di Indonesia adalah terbanyak di dunia.

Kedepannya, Indonesia memiliki 4 peluang besar di Industri Keuangan Syariah yaitu Islamic Finance, Islamic Food, Islamic Fashion and Islamic Fun.