Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Internasional Dapat Rp 100 Juta

Updated: Senin 14 Desember 2015 - 14:50 Kategori: Umum Posted by: Media IAEI

IAEI, JAKARTA -- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan memberikan Rp 100 juta bagi artikel ilmiah yang menembus taraf internasional. Insentif ini diberikan kepada artikel ilmiah yang terbit di jurnal terindeks oleh lembaga pengindeks jurnal ilmiah bertaraf internasional.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, penghargaan ini akan diperoleh bagi artikel yang impact factor(IF)-nya mencapai minimal 0,1. "Dengan sitasi serendah- rendahnya satu," ungkap Nasir saat Jumpa Pers ihwal Peluncuran Program Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional dari Lembaga Pengelola Pendidikan (LPDP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta, Jumat (4/12).

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini juga menegaskan, publikasi ilmiah ini ti dak hanya diperuntukkan bagi para peneliti yang berada di lembaga penelitian, misal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penekanan publikasi ini juga untuk para dosen di perguruan tinggi (PT) baik swasta maupun negeri.

"Ada PT yang bisa di-push untuk bisa lebih baik lagi dalam pemublikasian artikelnya," ujar Nasir.

Pada dasarnya, Nasir menerangkan, dosen tak hanya sebagai pengajar tapi juga berperan sebagai peneliti. Untuk itu, budaya penelitian perlu didorong terus kedepannya. Untuk bisa menghasilkan artikel ilmiah yang baik, Nasir menerangkan, Kemenristekdikti juga akan melakukan pelatihan di PT-PT. Pelatihan ini diharapkan bisa melahirkan peneliti baru dan meningkatkan jumlah publikasi karya ilmiah taraf internasional.

Pada 2016, Nasir mengatakan telah menyediakan Rp 50 miliar untuk program penghargaan ini. Para peneliti yang telah berhasil memublikasikan karyanya pada taraf internasional bisa mengajukan program penghargaan ini kepada LPDP. Sehingga, tambah dia, bisa mendapatkan penghargaan sejumlah Rp 100 juta sesuai dengan ketentuan.

Program Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional (PPII) LPDP ini akan dilaksanakan dua kali setahun. Program diselenggarakan setiap 20 Mei dan 17 Agustus setiap tahunnya. Pendaftarannya bisa dilakukan sepanjang tahun secara daring (online) pada laman LPDP Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Karya ilmiah yang bisa diajukan ini diwajibkan merupakan hasil karya dalam waktu lima tahun terakhir.

Menurut Nasir, pemberian insentif untuk publikasi internasional ini memang perlu dilaksanakan. Ini bertujuan agar bisa meningkatkan jumlah publikasi di jurnal internasional. Sehingga, peringkat Indonesia dalam daya saing bisa meningkat. Minimal, tambah dia, bisa berada di atas Thailand.


Sumber : Republika