Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
SAKSIKAN "ECONOMIC CHALLENGES SPECIAL RAMADHAN" dengan tema "Menjawab Kebutuhan Hidup" Malam ini Selasa, 22 Mei 2018 Pukul 20.00 WIB  LIVE di Metro TV |Selengkapnya

Bank Syariah di Jabar Berpotensi Tumbuh Pesat

Updated: Kamis 26 April 2018 - 12:25 Kategori: Umum Posted by: Media IAEI

IAEI, BANDUNG -- Industri perbankan syariah di Jawa Barat terus tumbuh. Menurut Kepala Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan, bila dilihat dari data OJK Desember 2017, total aset industri perbankan syariah di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp 38,9 triliun dengan market share sebesar 8,14 persen.

"Harapannya, dengan potensi yang dimiliki kota Bandung, industri perbankan syariah akan semakin tumbuh pesat di sini," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan OJK Regional 2 Jawa Barat, Sarwono, seperti dilansir laman republika.or.id.

Menurut Sarwono, data OJK per Februari 2018 menunjukkan komposisi total aset perbankan syariah secara nasional mencapai sebesar Rp 429,36 triliun, dengan pangsa pasar sebesar 5,80 persen. Menurut dia, pihaknya semakin optimis pertumbuhan perbankan syariah akan terus membaik sejalan dengan proyeksi membaiknya pertumbuhan perekonomian domestik yang ditunjang oleh kebijakan pemerintah dalam memperbaiki postur fiskal dan kebijakan pembangunan infrastruktur serta proyek prioritas pemerintah lainnya.

"Hal ini pun sejalan dengan fokus OJK di tahun 2018 dalam mendukung aspek pembiayaan untuk proyek infrastruktur dan sektor prioritas lainnya," katanya.

Selain itu, kata dia, OJK juga terus mendorong percepatan program industrialisasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan akses pembiayaan masyarakat serta optimalisasi potensi ekonomi syariah. "Harapannya, industri keuangan syariah khususnya perbankan syariah dapat lebih berperan dalam pembiayaan sektor-sektor yang potensial," katanya.

Sejak berdirinya bank syariah pada awal 1990-an, kata dia, perbankan syariah telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung inklusi keuangan (financial inclusion). Hal itu khususnya, bagi masyarakat yang menginginkan layanan keuangan yang memenuhi prinsip syariah pada berbagai level yakni, mulai dari usaha korporasi hingga masyarakat grass-root, yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Sarwono berharap, keberadaan industri perbankan syariah dapat memberikan pilihan instrumen dan bentuk layanan perbankan yang lebih variatif dengan berbagai keunggulan. "Karena bank syariah hadir dengan keunikan produk dan layanannya yang modern, namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariah," katanya.


Sumber