Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Saham Syariah Tahun Ini Dinilai Prospektif

Updated: Wednesday 8 February 2017 - 14:21 Kategori: Opini Pengurus Posted by: Admin IAEI

IAEI, JAKARTA -- Saham syariah dinilai menjanjikan dan memiliki prospek baik pada tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, jumlah investor syariah pada 2016 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi pada saham syariah.

Presiden Direktur BNI Securities, Adiyasa Suhadibroto menilai, masih banyak orang yang ragu menanamkan uangnya di saham, tetapi bisa lebih mempercayai saham syariah. "Karena syariah cenderung straightforward, tidak neko-neko," katanya, seperti dikutip pada lama Republika.co.id, Jumat (3/2).

Menurut Adiyasa, hal tersebut yang menjadikan saham syariah lebih mudah diterima oleh masyarakat, di samping imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan konvensional. Namun, saat ini masih belum banyak emiten yang menerbitkan saham syariah. "Syariah memang tidak banyak. Tapi indeksnya bagus," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan bPengamat Pasar Modal Satrio Utomo. Menurutnya, calon investor akan berinvestasi pada apapun yang menguntungkan. Namun, di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih cenderung biasa-biasa saja, saham- saham sektor konsumer belum terlalu dilihat orang. Perbaikan harga-harga komoditas mengikuti harga minyak dinilai akan menarik minat investor pada sektor pertambangan dan perkebunan. Selain itu, upaya pemerintah untuk membangun infrastruktur merupakan peluang yang baik untuk berinvestasi. Namun apabila calon investor masih ragu, ia menyarankan untuk berinvestasi pada instrumen investasi syariah.

"Kalau komoditas dan konstruksi itu naik, yang lebih diuntungkan tentu saja adalah indeks-indeks syariah. Kalau indeks-nya kelihatan lebih menguntungkan, reksa dana itu lebih menarik di syariah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan mengatakan, investor saham syariah termasuk yang sangat aktif bertransaksi di pasar modal.

"Pada awal 2016 jumlah investor saham syariah di bawah 5.000, akhir tahun jumlahnya sudah mencapai sekitar 11 ribu. Lebih dari 100 persen naiknya," ujar Nicky Hogan seperti dikutip pada lama Republika.co.id, Kamis (2/2).

Nicky menuturkan, dari sejumlah tersebut, sebanyak 49 persennya adalah investor yang bertransaksi secara rutin, paling tidak dalam satu bulan atau satu tahun pernah melakukan transaksi. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan investor saham konvensional, dari sebanyak 530 ribu investor hanya 180 ribu yang bertransaksi atau 30 persen. "Syariah jauh lebih aktif, lebih banyak tingkat investor yang bertransaksi. Ini sangat bagus," ujarnya.

Peningkatan jumlah investor ini selain karena imbal hasil yang lebih menarik dari saham syariah, juga karena adanya sosialisasi di Sekolah Pasar Modal Syariah. Menurut Nicky adanya program Yuk Nabung Saham dan rutinnya Sekolah Pasar Modal juga dengan cukup signifikan meningkatkan jumlah investor baru.

Sumber : Republika