Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Ketua Umum IAEI Jadi Ketua Development Committee Bank Dunia

Updated: Thursday 10 September 2015 - 17:07 Kategori: Siaran Pers Posted by: Admin IAEI

IAEI, Washington -- Menteri Keuangan (Menkeu)  Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IAEI terpilih menjadi Ketua Development Committee Bank Dunia menggantikan Marek Belka yang merupakan Gubernur Bank Sentral Polandia. Bambang akan bertugas mulai tahun 2016 setelah terpilih secara aklamasi. 

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan dukungan atas posisi ini. Dia mengatakan, posisi tersebut membuka kesempatan bagi Menkeu menyampaikan visi dan misi kebijakan pembangunan di Indonesia. "Supaya Indonesia bisa menjadi model bagi pembangunan negara-negara lain," ucapnya, Rabu (9/9). 

Misbakhun juga mengatakan mengatakan Bambang telah berhasil menyusun APBN-P 2015 dalam waktu yang singkat dengan komunikasi politik yang baik dengan DPR. "Ini bisa menciptakan ruang fiskal yang lebar dan memberikan keleluasaan kepada pemerintah memberikan belanja modal yang besar," kata dia. 

Dengan pengalamannya yang paling 'pasang badan' buat rakyat dan membela program-program ekonomi pemerintahan Jokowi, Bambang dinilai pantas menyandang jabatan tersebut.

“Terpilihnya Menkeu Bambang Brodjonegoro sebagai Chair Development Committee sejalan dengan arahan Presiden RI agar Indonesia mengambil peran aktif dalam mereformasi arsitektur keuangan global karena posisi Ketua Development Committee sangat strategis dalam menentukan warna kebijakan Bank Dunia di negara-negara anggotanya,” kata Direktur Eksekutif Indonesia di Bank Dunia, Rionald Silaban, di Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2015).

"Posisi ketua Development Committee ini sangat strategis dalam menentukan warna kebijakan Bank Dunia di negara-negara anggotanya," ujarnya.

Sebagai Ketua, Menkeu Bambang Brodjonegoro akan memimpin forum para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota Bank Dunia. Peran mereka adalah memberi arahan strategis bagi aktivitas global Bank Dunia dalam mendorong pembangunan ekonomi dunia dan memobilisasi sumber-sumber finansial untuk mencapai target pembangunan global, serta berbagai agenda global lain seperti isu perubahan iklim dan pencapaian Sustainable Development Goals.

Selain itu, Indonesia dapat lebih berperan menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang sesuai apa yang diamanatkan Presiden Jokowi pada peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) bulan April 2015 lalu. Saat itu Presiden menyatakan bahwa Indonesia siap menjalankan peran global agar tatanan dunia menjadi lebih adil, dan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan bila mengikutsertakan pandangan dari negara berkembang.

Sumber: Republika, Detik