Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Prominent Scholars Kembali Hadir di FRPS V UMI Makasar

Updated: Selasa 4 Maret 2014 - 22:57 Kategori: Umum Posted by: Administrator

Prof Andrew White yang berasal dari Singapore Management University International Islamic Law & Finance Centre, memiliki bahasan yang semakin menarik dalam FRPS V ini yaitu mengenai wilayah utama hukum islam yang paling dominan yaitu Banking (Perbankan), Finance (Keuangan), Insurance (Asuransi),  Minorities Jurisprudence (Fikih Minoritas) dan Arbitration & Mediation (arbitrase & mediasi) dan tidak boleh lupa dalam Perbankan syariah harus membangun Pondasi dasar yaitu tidak ada riba, no maysir, halal, sirkulasi kekayaan, pengabdian kepada Allah, laba rugi / struktur pembagian risiko yang lebih besar, kemitraan struktur dan pentingnya maqashid al-syari'ah (al-Qur'an 57:25) serta harus memenuhi prinsip-prinsip ekonomi dan prioritas pembangunan, pendistribusi merata  / meningkatkan kondisi tertindas (al-Qur'an 28:5-6) berbasis Syariah, lebih ketergantungan pada ekuitas dan model  PLS keuangan, lebih luas kesadaran / penetrasi pasar (jumlah 1,6  milyar lebih Muslim) karena Muslim berusaha untuk melakukan transaksi bisnis mereka sesuai dengan al-syari'ah.

Maqasid Al Syariah kembali dijelaskan oleh Prof. Sujimon dimana ia menyimpulkan bahwa Dari jalannya diskusi, jelaslah bahwa manusia diingatkan tentang pentingnya menjaga kekayaan, uang dan aset properti, yaitu dengan membagikan uang kepada mereka yang berhak secara adil dan khususnya kepada orang malang. Ini adalah ajaran keuangan Islam, pada kenyataannya, membelanjakan uang secara bijaksana tetapi pada saat yang sama untuk menyadari pemborosan dan mewah.

Melestarikan properti, uang dan aset dari sudut pandang maqashid syari'ah adalah untuk mengamankan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kesadaran bahwa uang yang diperoleh harus digunakan sesuai dengan apa yang telah diwajibkan oleh maslahah (manfaat) karena hasil akhir itu adalah untuk mempromosikan stabilitas.

Sedangkan untuk penelitian masa depan, saya ingin mengusulkan, sebuah unit penelitian yang akan didirikan di sebuah bank yang menggunakan metode baru untuk memahami keuangan Islam melalui metode terintegrasi dengan menggabungkan pengetahuan mengungkapkan Islam dan ilmu manusia yaitu terutama metodologi ekonomi dan harmonisasi dengan prinsip-prinsip hukum Islam (ushul al-fiqh), tujuan dari Islam (maqashid syari'ah) dan prinsip-prinsip hukum Islam (qawa'id Fiqhiyyah) sehingga masalah keuangan Islam dapat diimplementasikan dengan cara yang adil yang dibutuhkan oleh agama Islam.

Kehadiran Prominet Scholars tentunya bukan sekadar untuk berbagi Ilmu Ekonomi Syariah, tetapi juga menunjukan kepada kita bahwa Ekonomi Syariah benar mendunia.

oleh RIRIS Agustya