Situs Resmi DPP IAEI - Contact Center 021-3840059
Tetap Terhubung Bersama IAEI di Media Sosial Facebook , TwitterInstagram dan Youtube Channel dengan tagar #EkonomiIslam

Tanggapan Para Pakar tentang Eksistensi LKMS di tengah-tengah Sistem Keuangan Global

Updated: Kamis 10 Januari 2013 - 15:55 Kategori: Umum Posted by: Administrator

Gici Bussines School (GBS) memiliki beberapa kampus yang tersebar di Jabodetabek , batam dan beberapa kota besar lainnya. Seminar IAEI yang dilaksanakan di STIE Gici Mampang ini sendiri merupakan seminar Pertama yang dilaksanakan IAEI dan STIE Gici di Gedung yang baru ditempati selama tidak lebih dari seminggu tersebut tepatnya di Jalan Warung Buncit. 

Seminar IAEI kali ini dihadiri oleh 5 pembicara yang berasal dari 5 sektor yang berpengaruh pada tema yang seminar yaitu Eksistensi dan Proyeksi LKMS di tengah-tengah Sistem Keuangan Global. Alhamdulillah seminar ini berjalan cukup kondusif dengan perserta yang memenuhi ruangan Lantai 4 STEI Gici.

Beberapa materi penting disampaikan, redaksi mengutip beberapa pesan penting dari Inti seminar yang disampaikan oleh masing-masing pembicara, Bapak Agus Muharam (Sekretaris Kementrian Koperasi), Rezim Perekonomian di Indonesia terdiri dari 3 kelas, yakni: Perbankan, Koperasi, Lembaga Keuangan Mikro. Ciri usaha mikro yakni memiliki omset kurang dari 300 juta setahun dan aset kurang dari 50 juta setahun. Ciri dari sisi keuangan, jika usaha mikro meminjam dana, maka jumlah pinjamannya ialah sebesar kurang dari 50 juta jika meminjam di bank, dan kurang dari 20 juta jika meminjam di Kredit Usaha Rakyat. Besar bunga per bulan pada KUR yang disediakan BRI ialah 3,5%. Biasanya sebesar 22% per tahun. Jumlah bunga yang besar ini dikarenakan operational cost nya besar, disandingkan dengan besarnya keuntungan yang dapat dihasilkan dari pengusaha mikro, yakni sekitar 30% per hari. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang merupakan bagian dari kementerian koperasi memberikan dana pinjaman dengan bunga rendah yakni sebesar 9,5% per tahun.  Bapak menteri sendiri menginginkan agar usaha mikro bebas dari pajak, agar mampu mendukung tumbuhnya sektor mikro. Pada intinya pesan yang disampaikan oleh beliau adalah“Jaga Trust dan Loyalitas.

Bapak Noer Soetrisno “Pada dasarnya, koperasi tidak akan tumbuh tanpa menggerakkan anggota. Secara otomatis, jika koperasi ingin tumbuh, maka harus berusaha untuk mendorong usaha anggotanya” begitulah untuk bertahannya koperasi sebagai salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah.

Bapak Saat Suharto sebagai tanggapan dari tema pembahasannya dari “Tantangan dan Peluang BMT Pasca UU No. 17 Tahun 2012”adalah BMT disepakati sebagai lembaga dakwah dengan kegiatan ekonomi, namun akan sangat membutuhkan SDM/SDI ke depannya sehingga dibutuhkan Standardisasi koperasi Paradigma baru: Seluruh kegiatan ekonomi, porosnya harus koperasi.

Bapak Aslichan Burhan “Positioning Koperasi Syariah/BMT/LKM di Tengah Sistem Keuangan Global” Tantangan Koperasi: Peluang Lembaga Keuangan Mikro Syariah saat ini sudah memiliki IT yang tidak kalah dengan perbankan.

Bapak Yulizar Sanrego dalam bahasannya  “Perspektif Syariah dari UU No. 17 tahun 2012” Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tinggi, namun tidak merata. Saat ini sedang digalakkan sistem financial inclusion, yakni kegiatan menyeluruh yang bertujuan untuk meniadakan segala bentuk hambatan dalam hal akses keuangan

Dari kelima pembicara tersebut LKMS memiliki potensi untuk tetap bertahan di tengah-tenagah sistem keuangan global, dengan didukung oleh Undang-undang dan karateristik dari LKMS itu sendiri. Ray

Wallahu'alam bissawab